Rabu, 06 November 2013

Donor Darah

   Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah.





SYARAT DONOR DARAH
Untuk dapat menyumbangkan darah, seorang donor darah harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  • calon donor harus berusia 17-60 tahun,
  • berat badan minimal 50 kg
  • kadar hemoglobin >12,5 gr%
  • tekanan darah 100-150 (sistole) dan 70-100 (diastole).
  • menandatangani formulir pendaftaranan
  • tidak mengalami gangguan pada pembeku darah
  • lulus pengujian kondisi berat badan, hemoglobin, golongan darah, dan pemeriksaan oleh dokter
  • untuk menjaga kesehatan dan keamanan darah, calon donor tidak boleh dalam kondisi atau menderita sakit seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang

Senin, 04 November 2013

jean henry dunant

Jean Henri Dunant lahir 8  Mei 1828 dan wafat pada tanggal  30 Oktober 1910 adalah seorang warga negara Swiss yang dikenal sebagai Bapak Palang Merah Dunia. Salah satu pemuda yang menyaksikan perang mengerikan antara pasukan Prancis dan Italia melawan pasukan Austria di Solferino, Italia Utara pada tanggal 24 Juni 1859. adalah seorang pengusaha Swiss dan aktivis sosial. Selama perjalanan bisnis pada tahun 1859, ia menjadi saksi dari Pertempuran di Solferino di Italia. Dia mencatat kenangan dan pengalamannya dalam buku “A Memory of Solferino” yang mengilhami terbentuknya Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863. Konvensi Jenewa 1864 yang didasarkan pada gagasan Dunant; pada tahun 1901, dia menerima Nobel Peace Prize pertama bersama-sama dengan Frédéric Passy.

Penyakit PES (Black Death)

  
   Penyakit pes sebenarnya disebabkan oleh enterobakteria yang bernama Yersinia pestis dan nama ini diambil dari nama seorang ahli bakteri berkebangsaan Prancis yaitu AJE Yersin. Bakteri ini disebarkan oleh sejenis hewan pengerat dan dalam banyak permukiman di berbagai negara di seluruh dunia, tikus merupakan jenis hewan pengerat yang cukup akrab ditemui meskipun hewan ini tentu dianggap hama pengganngu bagi setiap permukiman yang disambanginya. Di beberapa belahan dunia yang mempunyai tingkat sanitasi tempat tinggal yang tidak cukup baik, wabah penyakit ini masih dapat ditemukan. Akan tetapi, bukan berarti mereka yang tinggal di permukimam modern akan sepenuhnya terbebas dari ancaman penyakit ini karena pada kenyataannya hama tikus masih bisa ditemukan bahkan di area permukiman yang cukup modern. Untuk itu, kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal perlu dijaga baik-baik agar tikus enggan singgah dan menyebarkan segala penyakit yang akan sangat berbahaya bagi orang yang menderita penyakit tersebut.

Senin, 28 Oktober 2013

Perawatan Keluarga (PK)


Perawatan Keluarga

 
Latar Belakang
Latar belakang adanya perawatan keluarga ini diawali dengan adanya kirsus keperawatan tahun 1950 yang diadakan oleh Rumah Sakit PMI Bogor yang kemudian kursus tersebut berkembang sampai kepada kursus Perawatan Keluarga.

Minggu, 27 Oktober 2013

PERTOLONGAN PERTAMA

PENGERTIAN PERTOLONGAN PERTAMA :





 Pengertian Pertolongan Pertama adalah : Pemberian Pertolongan segera kepada korban sakit atau cedera / kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. 

Senin, 05 November 2012

Palang Merah Remaja


Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut anggota PMR. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:
  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan.
  5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.

Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:
  1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
  2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
  3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat. 
  4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya. 
  5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Perekrutan anggota PMR berdasarkan target usia:
(1)  10 - 12 tahun (PMR Mula),
(2)  12 - 15 tahun (PMR Madya),
(3)  15 - 17 tahun (PMR Wira).

Pelatihan PMI diarahkan pada peran PMR sebagai peer educator, peer leadership, peer support dan peer educator, dengan menekankan pada perilaku hidup sehat dan pengurangan risiko sesuai prinsip-prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Agar proses belajar dan kegiatan menjadi aktivitas kehidupan nyata yang dihayati dengan penuh kegembiraan membantu anggota PMR menikmati kegiatan dan membangun imajinasi tentang apa dan bagaimana seharusnya menjadi anggota PMR.

Sabtu, 03 November 2012

JANJI PALANG MERAH REMAJA INDONESIA



Janji Palang Merah Remaja indonesia

Kami Palang Merah Remaja Indonesia Berjanji Dengan disertai rasa penuh tanggung jawab dan bersungguh hati :
1. Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Berbakti Kepada Masyarakat.
3. Mempertinggi Ketrampilan Dan Memelihara Kebersihan Dan Kesehatan.
4. Memprerat Persahabatan Nasional Dan Internasional.
5. Menjunjung Tinggi nama baik palang merah remaja dan palang merah indonesia dengan memegang teguh prinsip-prinsip kepalang merahan.
prinsip-prinsip kepalang merahan 


1. KEMANUSIAAN 

2. KESAMAAN

3. KENETRALAN

4. KEMANDIRIAN

5. KESUKARELAAN

6. KESATUAN

7. KESEMESTAAN